Home / Berita / IAD CABANG SUKOHARJO BERSIH BERSIH WADUK

IAD CABANG SUKOHARJO BERSIH BERSIH WADUK

IAD CABANG SUKOHARJO BERSIH BERSIH WADUK

Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) cabang Sukoharjo pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo gelar aksi Gerakan Indonesia Bersih di Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo, Jumat (08/3/2019).

Kegiatan yang dipimpin langsung Ketua IAD cabang Sukoharjo, Nunung Tatang Volleyantono dihadiri pula Kepala Kejaksaan Negeri Sukoharjo (Kajari) Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono, S.H., M.H serta pengurus IAD Kejaksaan Negeri Sukoharjo dan Para Pegawai Kejaksaan Negeri Sukoharjo.

Tujuan Gerakan Indonesia Bersih ini untuk mendukung program Sukoharjo bersih dengan  cara mengumpulkan sampah yang berserakan di Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo

“Untuk mewujudkan gerakan ini, kami mengajak para ibu IAD Daerah Sukoharjo untuk melaksanakan kegiatan  tersebut, ” kata Ketua IAD cabang Sukoharjo, Nunung Tatang Volleyantono..

Kajari Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono, S.H., M.H menambahkan, gerakan yang dilaksanakan ini bisa sebagai sosialisasi kepada masyarakat  untuk mengubah pola pikir mereka tentang menjaga kebersihan. Khususnya mengatasi dan mengurangi sampah  plastik di kabupaten makmur.

“Sekecil apapun kalau ada kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, tentunya sampah di Sukoharjo bisa  teratasi dengan baik, hasilnya pun akan baik, sambal memegang bambu untuk mengambil dan memunguti sampah dan botol plastik yang berada di dalam Waduk Mulur” kata Tatang Agus Volleyantono.

Kajari Tatang Agus memimpin aksi tersebut. Bahkan Kajari langsung memegang tongkat bambu untuk memunguti sampah-sampah serta botol yang ada di waduk Mulur. Menurut Kajari, aksi tersebut merupakan bentuk dukungan dan menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam menciptakan kali bersih.

"Yang paling utama adalah terkait dengan penggunaan kantong plastik pemerintah sudah mengeluarkan imbauan untuk mengurangi. Karena itu, selain membersihkan lingkungan waduk dari sampah, kami sekaligus sosialisasi mengenai pembatasan penggunaan kantong plastik pada masyarakat," jelas Kajari.

Dikatakan, kegiatan yang dilakukan tersebut bukan kali pertama dilakukan. Sebab sebelumnya, pihaknya bersama-sama dengan jajarannya juga sudah menggelar aksi kerja bhakti. Khususnya di lingkungan Kantor Kejari.

"Ini memang sudah menjadi program dari Kejagung hingga Kejari. Jadi yang terlibat di sini bukan hanya karyawan dan staf tetapi juga istri pegawai Kejaksaan (Adyaksa-red)," imbuhnya.

Di samping mendukung program kali bersih dan pengurangan penggunaan kantong plastik, Kajari juga mengatakan, kegiatan di lapangan tersebut sebagai wujud nyata untuk mendekatkan Kejaksaan dengan masyarakat. Hal itu sebagai salah satu cara menambah kepercayaan masyarakat pada Kejaksaan.

Selain memunguti sampah yang ad adi sekitar waduk, pegawai dan staf Kejari Sukoharjo juga ada yang ikut petani karamba naik perahu ke tengah waduk. Di sana mereka kemudian memunguti sampah dan botol-botol yang dibuang ke tengah waduk. Sampah dan botol itu kemudian dimasukkan ke dalam kantong lalu dikumpulkan ke tempat sampah untuk selanjutnya diangkut oleh truk dan dibuang ke TPA.

Pentingnya mengatasi dan mengurangi sampah plastik, karena sampah seperti itu, sangat sulit didaur ulang, dilebur yang berdampak terhadap lingkungan.

“Sehingga perlu ada gerakan penggunaan kantong plastik dengan mengganti kertas yang mudah didaur ulang,”  radarsolo.jawapos.com, 

Berita Lainya